Rabu, 02 Januari 2013

Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Jurusan SMA Menggunakan Metode AHP


PROPOSAL SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN

APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
PEMILIHAN JURUSAN SISWA-SISWI SMA (IPA/IPS/BAHASA)
MENGGUNAKAN METODE AHP
(Studi Kasus SMA di Kota Semarang)

Disusun Dalam Rangka :
Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Sistem Pendukung Keputusan
(A12.4701)


 


Disusun Oleh :
1.      Fanoza Heryansyah           /A12.2009.03469
2.      Wahyu Hidayat                 /A12.2009.03568
3.      Riza Budi Darmawan        /A12.2009.03482
4.      Sudarsono                        /A12.2009.03488
5.      Arum Kusumaningtyas      /A12.2010.04183
 


PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
SEMARANG
2013



       I.            JUDUL

Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Jurusan Siswa-Siswi SMA (IPA/IPS/BAHASA) Menggunakan Metode AHP (Studi Kasus SMA di Kota Semarang).

    II.            PENDAHULUAN

1.                   LATAR BELAKANG MASALAH
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan  di hampir semua aspek kehidupan manusia dimana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan kecuali dengan upaya penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain manfaat bagi kehidupan manusia di satu sisi perubahan tersebut juga telah membawa manusia ke dalam era persaingan global yang semakin ketat. Agar mampu berperan dalam persaingan global, maka sebagai bangsa kita perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Kemajuan teknologi  sudah  mengalami perkembangan yang pesat, masih ada berbagai instansi pendidikan atau sekolah yang belum mengkomputerisasikan sistem penjurusan dan masih dilakukan secara manual. Hal ini menyebabkan keterlambatan dalam pembuatan laporan yang berkaitan dengan lambatnya informasi sehingga akan banyak menyita waktu dan pengolahan data terhadap kesalahan lebih besar. Oleh karena itu, berbagai instansi termasuk instansi pendidikan  sangat membutuhkan alat bantu dalam mengambil keputusan.  Alat bantu tersebut adalah komputer yang salah satu fungsinya adalah pendukung dalam mengambil keputusan seorang manager tingkat atas, teknologi informasi merupakan suatu usaha pengumpulan, penyimpanan, pengolahan, penyebaran dan pemanfaatan informasi yang meliputi bidang IPTEK dan perekayasaan serta teknik-teknik pengelolaannya. Banyak siswa kelas X semester 2 bingung untuk memilih jurusan apa yang akan mereka pilih untuk naik di kelas XI, minat, bakat dan nilai akademik siswa pun kadangkala tidak sejalan. Guru pun belum bisa mengukur kemampuan siswa dari segi bakat dan akademik. Kadangkala guru hanya mengukur dari segi nilai rapor atau ranking di kelas. Hal ini tentunya menyulitkan siswa untuk masuk ke jurusan sesuai dengan bakatnya. Untuk itulah peneliti melakukan penelitian tentang penjurusan SMA untuk membantu siswa dalam memilih jurusan sesuai dengan bakat dan akademik masing-masing siswa. Dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) sebagai model analisis uji komparasi dan pendekatan yang digunakan berdasarkan analisis kebijakan yang bertujuan untuk mendapatkan keputusan yang tepat dan optimal bagi guru.

2.                            PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas maka perlu dibangun suatu sistem yang dapat memudahkan dan menyederhanakan pekerjaan dalam pengambilan keputusan (Decision making) oleh SMA di kota Semarang dengan mempertimbangkan faktor-faktor pendukung secara obyektif untuk menentukan jurusan yang tepat untuk siswa-siswi SMA (IPA/IPS/BAHASA) yang sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimiliki.
 III.            TUJUAN
Untuk mempermudah pengambilan keputusan penentuan jurusan siswa-siswi SMA di kota Semarang, sehingga dapat membantu SMA tersebut umumnya dan khususnya bagi guru, dan siswa di sekolah tersebut dalam menentukan jurusan yang tepat untuk siswa-siswi SMA sesuai dengan minat serta kemampuan yang dimiliki.

 IV.            LANDASAN TEORI

Proses pengambilan keputusan pada dasarnya adalah memilih suatu alternatif. Metode Analitycal Hierarchi Proses (AHP) adalah sebuah hirarki fungsional, dimana suatu masalah kompleks dan tidak terstruktur dipecahkan ke dalam kelompok-kelompoknya. Kemudian kelompok-kelompok tersebut diatur menjadi suatu bentuk hierarki (Permadi, 1992)
Program Linear merupakan teknik yang banyak digunakan dalam penelitian operasional (operation research). Program Linear ini dipandang sebagai teknik pengambilan keputusan karena dengan pengintegrasian secara serentak dan pelaksanaan operasi secara berurutan waktunya, dengan menggunakan fasilitas-fasilitas yang tersedia, keputusan diambil dengan memperhitungkan segala kemungkinan sehingga efisiensi optimal dapat tercapai (Syamsi, 1995)
Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Perhitungan biaya pembuatan cetakan plastik. SPK yang dibangun adalah Specific Decision Support Systems (SDSS) yang dirancang dengan cara cepat (quick hit) melalui pendekatan iteratif dan pengembangan secara bertahap. Teknik ini dipilih dengan mempertimbangkan bahwa DSS (Decision Support Systems) yang dibuat adalah sebuah DSS baru, dengan waktu pembuatan yang singkat dan melibatkan pengguna secara aktif ( Daihani, D.U, 2001). Juga Sistem Pendukung Keputusan Pemandu Kenaikan Pangkat/Jabatan Dosen dengan studi kasus Fakultas MIPA UGM, dimana bertujuan untuk mendukung dan memudahkan para dosen dan administrator sebagai pemandu kenaikan pangkat/jabatan dengan melihat angka kredit yang telah diperoleh. (Anita Desiani, 2003).
Sistem penunjang keputusan berawal pada akhir tahun 1960-an dengan adanya pengguna komputer secara time-sharing (berdasarkan pembagian waktu). Pada mulanya seseorang dapat dapat berinteraksi langsung dengan komputer tanpa harus melalui spesialis informasi.Time-sharing membuka peluang baru dalam penggunaan komputer. Tidak sampai tahun 1971, ditemukan istilah DSS (Decission Support System atau Sistem Pendukung Keputusan), G Anthony Gorry dan Michael S. Scot Morton yang keduanya professor MIT, bersama–sama menulis artikel dalam jurnal yang berjudul “ A ramework for Management Information System” mereka merasakan perlunya ada kerangka untuk menyalurkan aplikasi komputer terhadap pembuatan keputusan manajemen. Arti sistem penunjang keputusan yaitu sebuah sistem yang memberikan dukungan kepada seorang manajer, atau kepala sekelompok manajer yang relative kecil yang bekerja sebagai tim pemecah masalah, dalam memcahkan masalah semi terstruktur dengan memberikan informasi atau saran mengenai keputusan tertentu. Informasi tersebut diberikan oleh laporan berkala, laporan khusus, maupun output dari model matematis. Model untuk memberikan arah dalam tingkat yang bervariasi (Anonim, 2010). Software yang digunakan dalam pembuatan sistem pendukung keputusan penentuan jurusan siswa-siswi SMA (IPA/IPS/Bahasa) menggunakan metode AHP untuk mempermudah pengambilan keputusan penentuan jurusan SMA di kota Semarang adalah Microsoft visual basic 6.0 merupakan salah satu Development Tools yaitu alat bantu untuk membuat berbagai macam program komputer, khususnya yang menggunakan system windows, Microsoft Visual Basic 6.0 adalah suatu bahasa pemrograman yang memungkinkan para programmer untuk membuat sebuah aplikasi yang berbasis windows dengan sangat mudah. Salah satu yang membuat visual basic banyak digunakan adalah karena adanya fasilitas editor yang serba fungsi. Fasilitas ini adalah Integrated Development Environtment (IDE) yang memberikan kemudahan dalam mengelola sumber – sumber program dan menyediakan apa yang dibutuhkan programmer seprti membuat aplikasi, menulis kode, mencoba eksekusi program dan mengkompilasi kode program hingga menjasi file exe (Hadi, 2004).
Micfosoft Office Access adalah salah satu program dari Microsoft Office Access yang dijalankan menggunakan system operasi Windows yang berguna untuk penanganan data dan informasi secara structural : membuat, menyimpan, merubah, dan mengolahnya kembali dalam sebuah database. Database adalah sebuah file yang mengandung banyak data dan informasi yang sudah terorganisir secara rapi dan sistematis dalam berbagai elemen pembentuknya yaitu: Table, Query, Form, Report. Table merupakan sebuah menu didalam database dalam bentuk baris dan kolom, yang digunakan untuk memasukan data.Query merupakan sebuah menu didalaam database yang sudah terkait dengan perintah khusus yang berfungsi untuk melakukan pencarian data dan mengurutkan data. Form merupakan sebuah bentuk tampilan data yang didesain sedemikian rupa sehingga proses pemasukan, pencarian, dan pembacaan data dapat dilakukan dengan mudah. Report merupakan sebuah fasilitas yang berfungsi untuk membuat lembar – lembar laporan dari data yang kita akses sehingga data tersebut dapat dicetak.
Relational Database Management System (RDBMS) atau yang sering kita sebut dengan dengan Relasional Database merupakan sekumpulan data yang disimpan sedemikian rupa sehingga mudah diambil informasinya bagi pengguna, dan data itu saling berhubungan. RDBMS merupakan suatu paket perangkat lunak yang kompleks digunakan untuk manipulasi database.(Azhar, 2008). Untuk mencetak laporan yang dihasilkan dari software, menggunakan Crystal Report 8.5.Crystal Report 8.5 adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang dikhususkan untuk membuat laporan dan dirancang untuk dapat digunakan dalam bahasa pemrograman berbasis windows, seperti Borland Delphi, Visual Basic, Visual C/C++, dan Visual Interdev (Kartini, 2007). SPSS (Statistical package for Social Sciences) merupakan program computer statistic yang menyediakan fasilitas programming sintaksis yang dapat menangani manipulasi data kompleks dan analisa data (Priyatno, 2009).

    V.            METODE PENELITIAN
1.      Mencari refrensi dai jurnal-jurnal yang sudah ada.
2.      Merancang model matematika yang diperlukan untuk representasi semua Kriteria yang diperlukan.
3.      Merancang Input dan Output (I/O)






Gambar : Skema Konseptual


Gambar : ER Diagram 

Kriteria
1.      Minat         : Dilihat dari data hasil bimbingan konseling para siswa / siswi.
2.      Psikotes     : Dilihat dari hasil psikotes para siswa / siswi.
3.      Nilai          : Dilihat dari hasil Raport siswa / siswi.
Alternatif
Pada sistem penentuan jurusan ini, alternatif solusi bersifat tetap, artinya jumlah dan alternatif solusinya tidak akan berubah. Alternatif solusi yang ada pada sistem pendukung keputusan penentuan jurusan ini antara lain :
1.      IPA
a.       Diutamakan hasil psikotes untuk jurusan IPA masuk pada kategori minimal tinggi.
b.      Nilai rata-rata untuk mata pelajaran bidang IPA (Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi).
2.      IPS
a.       Diutamakan hasil psikotes untuk jurusan IPS masuk pada kategori minimal.
b.      Nilai rata-rata untuk mata pelajaran bidang IPS (Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Akuntansi, PPKN,Sejarah).
3.      BAHASA
a.       Diutamakan hasil psikotes untuk jurusan IPA/IPS masuk pada kategori
 minimal cukup.
b.      Nilai rata-rata untuk mata pelajaran bidang kebahasaan (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan mata pelajaran muatan lokal bidang kebahasaan misal Bahasa Mandarin) .
  
Sumber Data

Dalam menentukan apakah seseorang cocok untuk masuk pada jurusan IPA/IPS/Bahasa di SMA, dibutuhkan data-data yang antara lain dapat diperoleh dari sumber data berikut :
a. Sumber data internal, berasal dari dalam intern sekolah
(1) Data minat siswa/siswi (data hasil bimbingan konseling)
(2) Raport pendidikan
(3) Hasil Psikotes
b. Sumber data eksternal, data tersebut berasal dari luar sekolah. Data-data tersebut
dapat digunakan sebagai referensi tambahan dalam penentuan jurusan bagi siswa/siswi SMA. Contoh dari data eksternal untuk sistem pendukung keputusan ini adalah nilai, dari sumber data eksternal : lembaga bimbingan belajar yang diikuti.

Identifikasi Proses

Adapun proses-proses yang ada dalam SPK Penentuan Jurusan SMA sebagai berikut:
1. Menginputkan data siswa
2. Proses mengambil nilai raport dari Sistem Informasi Akademik yang sudah
    disediakan sekolah
3. Mengisi soal-soal psikotes.
4. Mengisi form minat jurusan
5. Proses perhitungan / pengkualifikasian jurusan berdasarkan semua data yang telah
    diinputkan.
6. Proses menampilkan hasil akhir dari perhitungan

Identifikasi Objek

Objek yang terdapat dalam aplikasi ini hanya satu yaitu Siswa


VI .            PERMODELAN
Dalam menyelesaikan persoalan dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) ada beberapa prinsip dasar yang harus dipahami antara lain :
1.      Decomposition
Pengertian decomposition adalah memecahkan atau membagi problema yang utuh menjadi unsur-unsurnya ke bentuk hierarki proses pengambilan keputusan, dimana setiap unsur atau elemen saling berhubungan. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, pemecahan dilakukan terhadap unsur-unsur sampai tidak mungkin dilakukan pemecahan lebih lanjut, sehingga didapatkan beberapa tingkatan dari persoalan yang hendak dipecahkan. Struktur hierarki keputusan tersebut dapat dikategorikan sebagaiComplete dan Incomplete. Suatu hierarki keputusan disebut Complete jika semua elemen pada suatu tingkat berikutnya, sementara hierarki keputusan Incompletekebalikan dari hierarki yang complete yakni tidak semua unsur pada masing-masing jenjang mempunyai hubungan (Lihat gambar 2.1 dan 2.2). Pada umumnya Problemnyata mempunyai karakteristik struktur yang Incomplete. Bentuk strukturDecomposition yakni :
Tingkat pertama     : Tujuan Keputusan (Goal)
Tingkat kedua        : Kriteria-kriteria
Tingkat ketiga        : Alternatif-alternatif
Hierarki masalah disusun untuk membantu proses pengambilan keputusan dengan memperhatikan seluruh elemen keputusan yang terlibat dalam sistem. Sebagian besar masalah menjadi sulit untuk diselesaikan Karena proses pemecahannya dilakukan tanpa memandang masalah sebagai suatu sistem dengan suatu struktur tertentu

2.       Penilaian Komparasi (Comparative Judgement)
Comparative Judgement dilakukan dengan penilaian tentang kepentingan relatif dua elemen pada suatu tingkat tertentu dalam kaitannya dengan tingkatan diatasnya. Penilaian ini merupakan inti dari AHP karena akan berpengaruh terhadap urutan prioritas dari elemen-elemennya. Hasil dari penilaian ini lebih mudah disajikan dalam bentuk matrix pairwise comparisons yaitu matriks perbandingan berpasangan memuat tingkat preferensi beberapa alternatif untuk setiap kriteria. Skala preferensi yang digunakan yaitu skala 1 yang menunjukkan tingkat yang paling rendah (equal importance) sampai dengan skala 9 yang menunjukkan tingkatan yang paling tinggi (extreme importance).

3.       Penentuan Prioritas (Synthesis of Priority)
Synthesis of Priority dilakukan dengan menggunakan eigen vector method untuk mendapatkan bobot relatif bagi unsur-unsur pengambilan keputusan. Untuk berbagai persoalan, skala 1 sampai 9 adalah skala terbaik dalam mengekspresikan pendapat. Nilai dan definisi pendapat kualitatif dari skala perbandingan Saaty dapat dilihat pada Tabel 1.

4.    Konsistensi Logis (Logical Consistency)
Logical Consistency merupakan karakteristik penting AHP. Hal ini dicapai dengan mengagregasikan seluruh eigen vector eigen vector yang diperoleh dari berbagai tingkatan hierarki dan selanjutnya diperoleh suatu vector composite timbang yang dihasilkan urutan pengambilan keputusan.

VII .            JADWAL KEGIATAN

Keseluruhan program ini akan dilaksanakan selama 3 bulan, dengan perancangan kegiatan dan waktu sebagai berikut














7 komentar:

dymand mengatakan...

makasih materinya. minta tolong aplikasinya kirim ke e-mail klasik_prof@yahoo.com

Arum Tyas mengatakan...

terima kasih kembali , untuk aplikasinya kalau program utuh kami tidak bisa memberikannya. kalau potongan program sudah saya share di blog saya

dymand mengatakan...

pembelian scripnya bloh gak????

dymand mengatakan...

untuk pemblian scripnya boleh gak???

Arum Tyas mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
Arum Tyas mengatakan...

https://www.facebook.com/tyas.semangat kalau mau tanya jawab via FB aja mas atau email saya arum_tyas@rocketmail.com. nanti saya akan jawab

john velani mengatakan...

Saya invite fb ya.. mau nanya2